Lirik Lagu Sinopsis Film Gaya Hidup
Blackberry LG Mobile Nokia Samsung Sony Ericsson
Klasemen L.Italia Klasemen L.Inggris Jadwal Liga Italia Jadwal Liga Inggris
Babi Guling Rebo Babi Guling Karya Rebo EDIT EDIT EDIT

Ayam Betutu

ayam betutu
Bahan:

  • 1 ekor ( 1½ kg ) ayam besar
  • 100 gr daun singkong muda, rebus
  • hingga lunak, peras, potong-potong
  • 5 sdm minyak, untuk menumis
  • daun pisang/aluminium foil, untuk pembungkus
Bumbu yang dihaluskan:
  • 7 buah cabai merah dan 5 rawit
  • 5 buah kemiri, disangrai
  • 10 buah bawang merah
  • 1 sdt terasi
  • 5 buah bawang putih
  • 1 sdm ketumbar, disangrai
  • 1½ sdm serai, diiris halus
  • 2 sdt merica bulat
  • 1 sdm lengkuas dicincang
  • ½ sdt pala bubuk
  • 2 sdt kunyit dicincang
  • 4 lembar daun jeruk purut
  • 2 sdt jahe dicincang
  • 2 sdt kencur dicincang
  • garam dan gula menurut selera


Cara Membuat:

* Tumis bumbu halus sampai harum dan kering. Angkat dan dinginkan. Bagi menjadi dua bagian.
* Campur satu bagian bumbu dengan daun singkong. Masukkan dalam rongga badan ayam, semat lubangnya dengan tusuk gigi. Lumuri sisa bumbu pada permukaan ayam dan di bawah kulit.
* Bungkus dengan beberapa lapis daun pisang, ikat erat dengan tali. Panggang dalam oven dengan panas 180°C, selama 2-3 jam sampai matang.
* Angkat, potong-potong dan hidangkan.

Catatan: sebelum dipanggang, bisa juga dikukus lebih dulu ± 45 menit, kemudian dipanggang selama 1 jam.

Betutu adalah masakan kebanggaan masyarakat Bali. Biasanya dibuat dari bebek yang dibungkus daun pisang, lalu dibungkus lagi dengan pelepah pinang sehingga rapat. Bebek ditanam dalam lubang di tanah dan ditutup dengan bara api selama 6-7 jam sampai matang.

Untuk 3-5 orang.
Read more

Mojokerto Siaga 1

Pasca kerusuhan di kantor DPRD dan Pemkab Mojokerto, polisi menetapkan siaga satu untuk keamanan kota tersebut. Meski demikian, polisi meminta masyarakat beraktifitas seperti biasa.
Situasi di Mojokerto sendiri saat ini sudah kondusif. Namun, di kantor pemkab dan dewan, hingga masih dijaga ketat kepolisian. Tim identifikasi dari polda sibuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Puluhan mobil dan kantor juga sudah dipasang garis polisi.
"Keamanan di Mojokerto kita tingkatkan dua kali lipat. Polda menambah 4 kompi personil polisi. Selain di kantor Pemkab dan DPRD, petugas juga siaga di kantor KPUD setempat. Bahkan hingga saat ini bapak Kapolda Irjen Polisi Pratiknyo masih berada di Mojokerto," kata Kepala Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol Pudji Astutik, ketika ditemui di halaman kantor Pemkab Mojokerto, Jumat (21/5).
Pudji menambahkan, hingga petang ini sebanyak 103 peserta aksi masih diperiksa di kepolisian resor kota dan resor kabupaten setempat. Rinciannya, 79 orang diperiksa di polres kota dan 24 orang di polres kabupaten. Hasil penyelidikkan pun belum mengerucut, siapa yang dianggap bertanggungjawab atas peristiwa amuk massa itu.
"Kita tidak bisa buru-buru mengambil kesimpulan, termasuk memanggil Dimyati Rosyid, Ketua Tim Pemenanganya, Baidhowi, dan Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Machroji. Semuanya masih menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya," kata perempuan berkaca mata ini.
Terpisah, Kapolres Kabupaten Mojokerto, AKBP Onto Cahyono mengatakan, 900 personil disiagakan untuk pengamanan pemilihan kepala daerah (pemilukada) kabupaten itu pada 7 Juni 2010 nanti. Polisi disiagakan disejumlah titik, diantaranya kantor dewan, pemda, dan kantor KPU.
"Pengawasan aksi massa demo sebenarnya juga diperketat, tapi demo anarkis tetap terjadi," katanya.
Jumat pagi (21/5) kemarin, massa pendemo yang anarkhis membakar mobil yang diparkir di halaman DPRD Kabupaten Mojokerto maupun di Pemkot Mojokerto. Padahal saat itu di DPRD sedang berlangsung pembacaan visi misi cabup Mojokerto.
Selain mobil dinas pejabat Kabupaten Mojokerto, mobil dinas Walikota dan Wakil Walikota juga menjadi korban amukan massa. Mobil dinas Walikota Mojokerto Honda Acoord ber-plat merah nomor S 5 SC, yang parkir di depan gedung Sekretariat Daerah (Sekda) Mojokerto atau sebelah timur gedung DPRD Kabupaten Mojokerto ini hangus terbakar akibat lembaran bom molotov. Jok mobil dinas itu hangus terbakar, kaca depan juga hancur berhamburan. Sedangkan mobil dinas Wakil Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus, Toyota Altis pelat merah nomor S 1138 SP, yang diparkir di sebelah Masjid Baitul Rahman kompleks DPRD Kabupaten Mojokerto, atau sebelah gedung Sekda Mojokerto, juga mengalami kerusakan yang sama.

Aksi anarkis itu terjadi tiba-tiba. Ketika pasangan nomor urut 1 Mustofa-Khoirun Nisa (MANIS), baru saja selesai menyampaikan visi misinya. Saat pasangan nomor urut 2 Suwandi - Iswanto (WASIS) baru akan bersiap mengambil posisi di hadapan hadirin, suara di luar gedung sangat gaduh. Pasangan nomor urut 3 Khoirul Badik - Yazid Kohar (KhOKO) yang masih duduk di kursinya pun ikut terkejut. Ratusan massa bersenjata kayu dan besi merangsek dan merusak apa saja yang ada di gedung wakil rakyat itu. Tahapan Pilkada Kabupaten Mojokerto memang sempat beberapa kali bergolak. Salah satunya karena KPUD setempat membatalkan pencalonan Ahmad Dimyati Rosyid, karena dinilai tak lolos tes kesehatan.

Dari data yang dihimpun, pendemo yang diamankan sebanyak 42 orang, sedangkan mobil rusak menjadi 25 mobil. Sampai saat ini polisi belum bisa menyimpulkan siapa dalang di balik kerusahaan aksi demo di gedung DPRD Mojokerto yang mengakibatkan 25 mobil terbakar. Meskipun belum menemukan titik terang, namun pihak kepolisian telah menahan 103 pendemo secara terpisah, 79 orang ditahan di Polresta, dan 24 orang lainnya ditahan di Polres Kabupaten. Diduga 79 orang tersebut adalah pelaku pelempar bom molotov. Kapolda Jatim, Irjen Pratikyo, mengatakan, saat ini pendemo sedang menjalani pemeriksaan intensif. “Korban dari kepolisian berjumlah 10 orang, mereka terluka akibat pukulan kayu dan serpihan bom molotov,” ujar Kapolda.

Dituding sebagai pihak yang bertanggungjawab atas peristiwa kerusuhan di gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Gus Dim, panggilan akrab KH Dimyati Rasyid menampik tudingan itu, ia mensinyalir aksi tersebut disusupi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga terjadi aksi bakar-bakaran.

“Aksi ini disusupi,” katanya. Gus Dim, mengaku saat ini berada di Surabaya untuk mengklarifikasi terkait dengan terganjalnya maju sebagai Cabup Mojokerto oleh KPU setempat.

“Saya sendiri ada di Surabaya untuk klarifikasi,” akunya.

Secara terpisah, pihak tim sukses bakal cabup Mojokerto Gus Dim mengaku tudingan itu tidak benar. “Wajar-wajar saja ada orang menunding itu, tapi apa buktinya dan hal itu belum tentu benar bahwa yang berunjuk rasa ada pendukung kami. Tapi kami tidak pernah menyuruh,” kata Ketua Tim Sukses Gus Dim, Ahmad Baidhowi.

Hal senada juga diungkapkan oleh kuasa hukum Gus Dim, M.Dhofir. Meski begitu pihaknya belum mengetahui apah para perusuh itu pendukung Gus Dim atau tidak. Namun selama ini tidak ada perintah untuk membuat kerusuhan. “Saya yakin Gus Dim tidak terlibat dan tidak tahu masalah ini,” ujarnya. (sumber / Harian Bangsa)
Read more

Mama Lauren Meninggal Dunia

Peramal terkenal, Mama Lauren meninggal dunia pada Senin malam sekitar pukul 21.37 di Rumah Sakit PGI Cikini JL Raden Saleh Jakarta Pusat.
 
Petugas informasi rumah sakit tersebut mengemukakan, Mama Lauren yang berusia 78 tahun dirawat sejak Minggu (16/5) siang.

Keluarga almarhumah kemudian menyemayamkannya di rumah duka di Perumahan Cipinang Indah II , Blok GG No 2, Kalimalang, Jakarta Timur. Menurut keterangan, jenazah Mama Lauren akan dimakamkan di TPU Menteng Pulo Jakarta pada Selasa (18/5) siang.

Kehadiran atau kemunculan Mama Lauren selalu ditunggu-tunggu masyarakat, terutama menjelang tahun baru. Di malam pergantian tahun, Mama Lauren ini tak pernah absen meramalkan apa yang akan terjadi di tahun berikutnya.

Data yang dihimpun menyebutkan, Mama Lauren lahir di Eindhoven, Belanda, 23 Januari 1932. Perempuan keturunan Belanda dengan nama Laurentia itu berada di Indonesia sejak 1953.

Di usia tiga bulan, Lauren sudah ditinggal ibunya. Beberapa tahun kemudian, ayahnya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Sejak itu, Lauren tinggal bersama nenek buyutnya, Antoineta di Belgia. Antoineta adalah orang yang paling berperan penting dalam kehidupan masa kecil Lauren.

Lauren memperoleh "pendengaran" itu pertama kali tahun 1939. Lauren yang tengah mengikuti pelajaran di kelas satu SD tiba-tiba mendengar bisikan. Bisikan itu menyuruhnya cepat-cepat keluar dari kelas. Lauren kaget dan segera menyampaikan apa yang dia dengar kepada ibu guru. Namun, ibu guru menganggap Lauren sedang mempermainkannya. Tak pelak lagi, Lauren dimarahi dan diusir pulang.

Beberapa hari kemudian, Lauren mendengar kabar sekolahnya hancur terkena bom. Ratusan orang tewas dalam peristiwa itu. Memang, ketika itu Perang Dunia II belum lama pecah.

Sejak saat itu, Lauren mulai menyadari bahwa dirinya berbeda. Sebelum peristiwa-peristiwa mengerikan benar-benar terjadi, konon Lauren sudah terlebih dulu mengetahuinya lewat "penglihatan" atau "pendengaran". Tak jarang Lauren dianggap gadis kecil yang aneh. Bahkan, Lauren sempat dijuluki nenek sihir yang naik sapu terbang.

Saat berusia 12 tahun, Lauren benar-benar meyakini bahwa dia memiliki indera keenam. Antoinet menjelaskan kepada Lauren bahwa mereka adalah keturunan kaum gypsy. Mereka dianugerahi bakat khusus untuk bisa melihat masa depan.

Perjalanan indah Lauren dan Antoineta juga tak bertahan lama. Ketika Lauren berusia 13 tahun, harus merelakan kepergian Antoineta yang sangat dicintainya. Di usia 16 tahun, Lauren hidup sebatang kara.

Sepeninggal Antoineta, seorang kerabat memasukkan Lauren ke sebuah asrama. Akan tetapi, ketika Lauren tinggal di sana, ia gerah dengan aturan asrama. Lauren pun kabur setelah seminggu tinggal di asrama.

Tahun 1953, Lauren meninggalkan negeri kelahirannya menuju Indonesia untuk mengikuti Natakusuma, suaminya yang menikahi tahun 1952 di usia Lauren baru 20 tahun.

Keduanya bertemu di Universitas Leuven, Belgia. Setiba di Indonesia, di tempat yang serba asing ini, Lauren berusaha beradaptasi, bahasa, makanan maupun budaya.

Selama lima tahun, mereka terus berpindah-pindah dari satu rumah kontrakan ke rumah kontrakan lain. Baru pada tahun 1958, Natakusuma, mengajak Lauren pindah ke Kotabumi, Lampung Utara. Selama dua tahun mereka tinggal di daerah perkebunan.   sumber / Antara News
Read more

Pemerkosaan Bocah SD di Bali

Buronan paling dicari seluruh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali yang tak lain adalah Si Codet, pelaku spesialis penculik dan pemerkosa bocah-bocah akhirnya berhasil ditangkap polisi, Minggu (16/5) kemarin. “Penghisap” perawan bocah itu ditangkap sekitar pukul 04.00. Dan setelah diinterogasi, diketahui pelaku bernama asli Mochammad Davis Suharto alias Dicky Saputra (30).
Pelaku ditangkap anggota buru sergap (Buser) Polsek Kuta ketika melintas di Jalan Raya Kuta. Tepatnya di depan Toserba Cirkle K setelah sebelumnya terlibat aksi kejar-kejaran dengan Briptu I Ketut Subarjo. “Anggota saya ini yang melakukan pengejaran terhadap tersangka sejak dari Jalan Legian,” kata Kanit Reskrim Polsek Iptu I Made Dayendra, kemarin.
Menurut Dayendra, perburuan terhadap pelaku yang berasal dari Desa Tlegorejo, Kecamatan Sukoda, RT 01/RW 02, Lamongan, Jatim ini sudah dilakukan sejak Sabtu (15/5) lalu. Hanya saja, pelaku (sebelumnya masih dicurigai karena memiliki ciri-ciri sama dengan sketsa yang disebar polisi, Red) itu berhasil lolos dari pengejaran. “Anggota kami sempat melihat dia (Mochammad Davis Soharto alias Dicky Saputra) berkeliaran mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 bercorak merah-hitam di seputaran Dalung, Badung,” imbuhnya.
Berdasar keterangan anggota polisi yang sempat melihat tersangka mengendarai Honda Supra X 125 Nopol S 4758 KK itu, lanjut Dayendra, anggotanya kemudian disebar di beberapa titik kerawanan. Hasilnya, sekitar pukul 03.30 pelaku tiba-tiba terlihat di Jalan Legian oleh anggota buser, Briptu I Ketut Subarjo.
Melihat sang penghisap darah perawan bocah itu, Subarjo langsung mengejarnya menggunakan sepeda motor. Pelaku baru menyerah ketika sampai di Jalan Raya Kuta tepatnya depan outlet Cirkle K. “Karena kecurigaan mengarah kuat kepada tersangka, saat itu juga anggota langsung memboyongnya ke Polsek,” jelasnya.
Pelaku yang menjalani pemeriksaan pun awalnya sempat berkelit. Namun, berdasar kepiawaian petugas mengorek informasi dan mendatangkan sebagaian korban, pelaku yang memiliki seorang anak di Jawa, ini akhirnya mengakui perbuatannya. Bahkan, kepada penyidik ia mengaku telah melakukan pemerkosaan sebanyak sebelas kali.
“Dari keterangan sementara, di Kota Denpasar pelaku melakukan aksi biadabnya itu sebanyak lima kali, sedangkan enam kasus pemerkosaan lainnya itu ia lakukan di Batam,” papar Dayendra.
Mirisnya, enam kasus pemerkosaan yang ia lakukan di Batam itu nyaris sama seperti awal kasus pemerkosaan di Bali, yakni tak pernah terendus oleh polisi, kendati laporan korban tumpang tindih di meja unit Reskrim.
Dan, berdasarkan keterangan Davis, pelaku melakukan perbuatannya karena mendapat bisikan gaib. “Akunya demikian, namun itu hanya alibi tersangka saja, dan saat ini kasusnya akan kami limpahkan segera ke Poltabes untuk diusut lebih lanjut,” kata Dayendra.
Hal itu juga dibenarkan oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Sutisna. “Tersangka pernah mengalami kecelakaan, waktu celaka ia mati suri dan apabila dia pingin hidup lagi harus bisa meniduri anak gadis berjumlah 10 orang,” kata Sutisna didampingi Kapoltabes Denpasar, Kombes Pol Alit Widana.
Selanjutnya, kata Sutisna, untuk jumlah korban yang tidak sesuai dengan bisikan setan, yakni berjumlah 11 orang tersebut, sedang dikembangkan.
Begitu juga menurut Sutisna, apakah tersangka punya masalah dengan kelainan seks ini juga masih dikembangkan.
Sementara barang bukti yang diamankan saat ini adalah 2 buah cincin, dua HP Nokia, celana pendek levis, jaket levis warna biru, dua buah helm, 2 sepatu, 1 satu sandal dan 3 buah poster gambar wanita bugil. Atas perbuatannya sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak tersangka diancam hukuman 15 tahun penjara.
Nginap di Hotel, Kamar Dipenuhi Poster Porno
BEGITU berhasil menangkap Si Codet Penghisap Perawan Bocah, pemerkosa bocah di Denpasar dan Batam, Mochammad Davis Suharto alias Mochammad Suharto alias Dicky Saputra, 30, polisi langsung membawanya ke tempat tinggalnya, di sebuah hotel di Jalan Kapten Regok, Denpasar. Kapolda Bali Irjen Sutisna bersama Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Alit Widana menuturkan, sesampainya di tempat tinggal tersangka, anggota menemukan sejumlah gambar atau poster wanita telanjang di beberapa dinding kamar hotelnya.
Gambar atau poster wanita telanjang yang dijadikan barang bukti ini kami amankan di kamar hotel yang ditempati tersangka selama 6 bulan,’’ ungkapnya.
Sustisa mengatakan, tersangka kesehariannya ini bekerja sebagai tukang pijit keliling. ‘’Dari pijat keliling satu bulannya bisa memperoleh 3 juta sampai 5 juta. Tersangka menarik konsumen melalui pemasangan iklan di media,’’ ungkapnya.
Di sisi lain, menurut sumber penyidik di Poltabes, setelah menggeledah kamar dan membawa tersangka ke Poltabes, ketika diintrogasi di dalam ruangan Kapoltabes, tiba-tiba HP tersangka berdering. ‘’Dan setelah diangkat oleh Kapoltabes ternyata itu telepon dari salah satu konsumennya,’’ terang Sutisna.
Sementara itu, dari kabar ditangkapnya si pemerkosa berantai ini, selain mengumpulkan barang bukti dan membawa tersangka ke Poltabes untuk ditunjukan kepada publik, lima orang bocah yang menjadi korban keganasan seks tersangka dengan didampingi orang tuanya datang ke Poltabes. ‘’Mereka datang ke sini karena dimintai oleh Bapak Kapolda dan Kapoltabes Mas. Bapak minta untuk melengkapi barang bukti, 5 celana dalam (CD) anak (korban) dikumpulkan,’’ pungkas sumber penyidik yang namanya enggan dikorankan ini.
Sementara itu, bagi anggota polisi yang berhasil menangkap si Codet, mendapat hadiah khusus dari Kapolda Bali. ‘’Ya, tentu akan saya kasih hadiah sebagai tanda keberhasilannya menangkap tersangka. Hadiah yang akan diberikan pada anggota yang menangkap Si Codet, saya akan memberikan satu buah unit motor,’’ ulasnya.
Sementara itu, dari pengumuman tersebut beberapa anggota polisi ada yang nyeletuk. ‘’Mendingan dicairkannya dengan uang aja komandan, kalau motor kita kan sudah punya,’’ketus polisi saat itu.

KPAID Minta Pasal Berlapis
KOMISI Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Bali memberikan apresiasinya terhadap keberhasilan pihak kepolisian menangkap Mochammad Davis Suharto yang menjadi target operasi selama berbulan-bulan. Wakil ketua KPAID Bali, Luh Anggraeni yang kemarin (16/5) juga turut datang ke Poltabes Denpasar mengatakan bahwa dirinya mewakili KPAID dan keluarga korban merasa senang atas penangkapan tersebut.
Namun demikian, Anggraeni mengatakan bahwa pihak kepolisian jangan mudah terlena atas keberhasilan tersebut dan tetap bekerja keras. Karena masih banyak kasus pemerkosaan lain yang belum terungkap, meskipun dengan modus yang berbeda. ‘’Sebenarnya masih banyak kasus lain, meski modusnya lain. Memang, ada yang ditutupi oleh korban sendiri. Meskipun pelaku yang ini sudah tertangkap kita juga harus tetap waspada. Masyarakat juga harus lebih peduli. Karena pelaku ada di sekitar kita,’’ katanya.
Anggraeni menjelaskan bahwa beberapa saat setelah polisi berhasil menangkap Davis, Poltabes Denpasar langsung menelepon KPAI Pusat di Jakarta untuk memberitahukan keberhasilan tersebut. Kemudian KPAI Pusat juga telah melaporkan ke Presiden terkait pengungkapan kasus yang telah menjadi isu nasional ini.
KPAID juga berjanji akan mengawal seluruh proses pidana terhadap Davis hingga benar-benar tuntas. ‘’Kami akan terus mengawal, termasuk nanti di pengadilan sampai mendapatkan vonis. Saya juga meminta kepada masyarakat juga untuk peduli dan ikut memantau terus kasus ini,’’ ujarnya.
Menurutnya, ibu-ibu korban kompak menuntut agar si pelaku yang telah bertindak di luar batas kemanusiaan itu diberi hukuman maksimal. Bahkan jika memungkinkan layak dihukum mati. Namun jika mengacu pada undang-undang perlindungan anak, maka hukuman maksimalnya adalah 15 tahun penjara. ‘’Kalau bisa digunakan pasal yang berlapis-lapis. Ibu-ibu juga meminta agar pasal yang digunakan menjerat pelaku masing-masing untuk satu korban. Sehingga hukuman yang diterimanya bisa berlipat-lipat,’’ ujarnya.
Bersama KPAID, kemarin ibu-ibu dan masing-masing anaknya yang menjadi korban pemerkosaan juga ikut datang ke Poltabes. Setelah para korban ditunjukkan wajah pelaku ternyata memang sesuai. Ibu-ibu korban tampak emosi terhadap pelaku. Bahkan saking emosinya, salah seorang ibu korban sempat menyeruak di antara kerumunan wartawan dan ingin memukul pelaku yang ketika itu sedang ditunjukkan pada wartawan. Beruntung, salah seorang petugas pun berhasil menahannya.
Seperti diketahui, sebelum pelaku pemerkosaan bocah tersebut tertangkap, KPAID getol menuntut agar polisi dapat segera menangkap pelaku. Mereka melakukan berbagai aksi agar polisi serius menangani kasus ini. Salah satunya adalah melakukan aksi pengumpulan seribu tanda tangan yang dibawa ke berbagai instansi agar semua pihak turut peduli. Mereka juga sempat mendatangi Mapolda Bali dan melakukan dialog langsung dengan Kapolda.
sumber . radarsulteng
Read more
Related Posts with Thumbnails

Recent Post

 
Copyright online © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.